Skip to main content

mengendalikan hati ya..

rasa itu telah hilang. sepenuhnya. dan saya senang sekali.

pernah gak kalian merasa lega sekali ketika sudah berhasil melewati satu rintangan, batu besar yang selama ini selalu menghalangi kalian? saya pernah. baru saja. masih ada kaitannya dengan postingan saya beberapa saat yang lalu, "jalan yang diulang.", ceritanya saya bertemu dengan seseorang yang selama ini menjadi batu rintangan saya untuk berjalan di setapak yang baru. seperti janji saya sebelumnya, saya telah membuat komitmen. saya telah menjaga hati saya. berhari-hari saya menghindar dari si sosok tersebut, berusaha untuk menetralkan diri dan hati saya. mudahkah? ternyata tidak. sulit sekali. "huf" kalau kata anak gaul.

okay, back to the topic. jadi tadi saya ketemu lagi sama si oknum. awalnya saya berusaha untuk menghindar, namun apa daya saya "terjebak" dengannya dan teman-temannya. jadi mau gak mau saya harus berkomunikasi. entah ada dorongan apa, tiba-tiba kami bercanda satu sama lain layaknya dulu ketika kami dekat. tapi kali ini terasa berbeda. rasa deg-degan, canggung, dan lainnya yang dulu pernah ada di saya, hilang. tergantikan oleh perasaan nyaman layaknya bersama sahabat. saya sendiri kaget. tapi puas di sisi yang lain. puas karena saya masih bisa bercanda, tertawa lepas, bermain layaknya dulu TAPI TANPA merasakan hal dulu membebani.

merasa berhasilkah? tentu saja. tapi, jalan saya belum sampai di situ. saya masih harus tetap menjaga hati saya. oh iya, saya pernah punya percakapan dengan salah satu teman saya (saya lupa siapa).

audrey: kenapa ya neng (panggil saja 'neng') ada orang yang mau balikan lagi sama mantannya? atau maafin kesalahan yang emang fatal?
teman: mungkin karena udah sayang banget kali.. kalo udah main perasaaan susah sih drey.
audrey: iya sih. kalo emang udah main perasaan itu udah susah. tapi bisa kan kita berusaha untuk menjaga hati kita?
teman: iya juga sih..
audrey: perasaan emang gak bisa disalahin. Tuhan ngasih kita hati untuk merasakan perasaan yang ada, tapi Tuhan juga ngasih kita akal untuk berpikir dan mengendalikan hati, bukan?
teman: bener banget. tapi sayang gak semuanya bisa kayak gitu. gak gampang..
audrey: iya, sayang, gak gampang..

pointless gak sih tulisan saya? intinya sih saya pengen berbagi tentang pengendalian hati itu emang bisa kita lakukan kok kalo kita mau dan niat. gak ada kata "gak bisa" kalo kita emang mau dan ikhlas ngejalaninnya. Saya juga gak ngerasa saya jagoan dalam mengendalikan perasaan saya, tapi mencoba gak ada salahnya. toh gak merugikan juga. selamat mencoba buat kamu-kamu yang di luar sana lagi berusaha mengendalikan hati.. :)

*gabriella

Comments

Popular posts from this blog

Mencoba Perawatan Facial dan Massage di Umandaru Salon & Day Spa Bintaro

Mumpung lagi semangat-semangatnya nulis lagi, jadi sekalian aja deh bahas pengalaman saya facial dan massage di Umandaru Salon and Day Spa yang ada di Bintaro. Berawal dari rencana cuti sehari karena mau medical check up di pagi harinya (baca pengalaman medical check up di sini ), lalu diri ini punya ide, "Hmmm... sudah lama tidak me time. Apakah lanjut pampering diri yang sudah butek ini?" Akhirnya saya bagikan kegundahan ini di IG Story dan bertanya pada teman-teman super, enaknya ke mana kalau mau facial dan massage di area Bintaro. Ada beberapa rekomendasi yang masuk, seperti Platinum Wijaya, Anita Salon, dan salah satunya Umandaru Spa. Nah, kalau Platinum Wijaya dan Anita Salon, saya sudah sering dengar soal dua tempat facial/salon ini, tapi tidak untuk yang Umandaru Spa. I want something new. Asheeek. Akhirnya coba search di Instagram dan ternyata Umandaru Spa menawarkan cukup banyak pilihan perawatan, mulai dari facial, spa, massage, sampai creambath dan meni

Pengalaman Medical Check Up di Rumah Sakit Jakarta

Sumber: http://www.yayasanrsjakarta.org Detik-detik menuju umur 30 tahun. Inhale. Exhale. *dramak* Sebenarnya nggak detik-detik juga, sih. Masih hitungan bulan dan bukan termasuk orang yang takut untuk memasuki umur baru, kecuali ketika saya memasuki umur 27 tahun. Sila baca cerita absurd nan yahudnya di sini . Sulit dipercaya, namun saya adalah orang yang santai dan tidak takut beranjak tua, tidak takut keriput, dan tidak takut dengan kematian. Cause one day, we'll die anyway.  Walau rutinitas skincare saya termasuk banyak dan lumayan rajin menunaikan ibadah 7 steps, tapi itu bukan untuk menghalau datangnya keriput di usia senja (ya kali nggak keriputan...). Lebih untuk menjaga kondisi kulit di usia sekarang biar tak kusan. Ya, syukur-syukur kalau nanti pas tua nggak jadi kelihatan kuyu. Tetap glowing adalah tujuan heyduuup. Namun, bukan berarti saya termasuk yang nggak peduli dengan kesehatan, apalagi saya sadar kalau semakin tua umur kita, akan semakin mudah kita diser

Movie Review: Delicacy (2011)

  Sutradara: David Foenkinos, Stephane Foenkinos Pemain: Audrey Tatou, Francois Damiens Genre: Romantic-comedy Udah sebulan terakhir ini pengin banget nonton film Perancis. Tapi karena enggak tahu film yang bagus apa, jadinya tertunda terus. Sampai tadi malam ketika lagi Saturdate sama temen kantor saya, Nana, kami memutuskan untuk pergi ke festival Europe on Screen 2014. Setelah memilih-milih film yang kira-kira bagus, akhirnya kami pilih film Delicacy yang diputar di Goethe Institute, Menteng. Awalnya milih film ini karena yang main Audrey Tatou dan lokasinya enggak jauh. Pas dibilang film ini ber- genre romantis, saya dan Nana agak takut jatuh bosan karena lagi malas nonton yang menye-menye bikin mewek. Tapi ternyata kami salah. Film ini....menyenangkan. Saya rasa semua orang yang juga menonton film ini akan setuju. Film ini menceritakan tentang seorang perempuan bernama Nathalie yang baru saja menikah dengan kekasihnya dan lagi bahagia-bahagianya. Tapi terjadi musibah,  s