Skip to main content

Posts

Showing posts with the label fiction

Bahagia dalam Sangkar

Tatapanku tertuju pada langit biru di atas sana. Tidak terlalu biru, sih, karena ada sedikit sentuhan abu-abu gelap di sebelah kanan akibat hadirnya si awan pembawa hujan. Akhir-akhir ini sering hujan. Kadang tidak berhenti dari pagi sampai malam. Udara terasa sejuk sekali, sampai kadang-kadang aku kedinginan. Tapi tidak jadi masalah, karena biasanya aku langsung diberikan selimut. Coba saja kalau aku bebas di sana, aku pasti kehujanan dan basah kuyup. Nanti bulu-buluku yang indah ini jadi terlihat lusuh. Aku terlalu indah untuk berupa buruk. Aku memang ada untuk tinggal di dalam perlindungan, bukan terbang bebas di luar sana. Buat apa bebas kalau nantinya aku jadi harus bersusah payah bersaing dengan yang lain? Terlalu merepotkan. Bicara soal bersaing, aku tidak perlu khawatir kalau sudah menyangkut makanan. Ketika yang lain sibuk bangun pagi untuk berebut sarapan terbaik, aku tidak perlu melakukan hal serupa. Aku tinggal menunggu tangan yang membawakan segenggam biji-bijian, yang b...

Surat Seruni

Sehari setelah kejadian itu, aku menemukan beberapa lembar surat dalam laci meja belajarnya.   Dalam setiap suratnya, aku dapat merasakan sakit hati yang ia rasakan. Setiap lembarnya telah aku baca. Setiap katanya telah aku ingat. Hanya menangis yang dapat kulakukan setelah aku mengetahui betapa anakku membenciku. Betapa ia memendam dendam yang begitu dalam kepadaku, begitu lamanya. Semua itu memang karena kesalahanku , kesalahan yang telah menyakiti hatinya dan hati ayahnya. Kembali kubaca surat yang ditulisnya pada hari dimana hal itu terjadi… *** Aroma cokelat yang tercium dari ruang tamu mengingatkan aku akan masa kecilku. Wanginya yang manis dan menyegarkan membawaku kembali ke masa dimana ayah selalu memanjakan aku dengan sekotak coklat Toblerone yang lembut dan caramel yang banyak. Menyenangkan. Karena itu aku mengutuk hari ini, esok, dan seterusnya.  Aku tidak tahu apa yang akan terjadi, namun aku memang sudah muak akan dunia ini. Nasibku yang begitu malang d...

Pesona Pagi

Ketika cahaya matahari menembus tirai jendela, memberikan pancarannya yang hangat langsung menuju kedua kelopak mata, aku pun tersentak bangun. Mungkin bukan tersentak, namun secara sadar aku bangun. Aku bangun dari istirahat panjangku. Aku bangun dari tidurku yang lelap. Aku bangun dari mimpi-mimpi yang membuai sepanjang aku memejamkan mata. Aku bangun dari setumpuk khayalan. Oh....kenyataan. Kenapa juga aku harus terbangun? Kenapa juga aku harus meninggalkan mimpi-mimpiku semalam? Kenapa? Haaaah...lelah. Lalu kutengok jendela di sebelah tempat tidurku, yang menyelipkan jutaan cahaya matahari, yang menyebabkan aku terbangun, yang menyebabkan aku harus menjalankan kembali rutinitasku. Sejenak aku hendak mengumpat, memarahi sang jendela yang mengijinkan cahaya-cahaya itu rembes melalu tirai. Sejenak aku hendak memaki! Namun ketika aku menajamkan penglihatanku ke luar jendela sana, terlihat burung-burung berkicau di atas genting rumah tetangga. Mereka melompat-lompat kecil, bercengkram...

Sang Penari (2)

Gesekan kaki di lantai sudah mulai terdengar. Selendang yang tadinya teronggok di sudut ruangan sudah kembali diikat di panggul. Rambut yang telah lama terurai acak kini kembali terikat kencang rapi, membentuk sanggulan kecil di bagian mahkota kepala. Tubuh yang sempat hanya duduk lesu di tengah panggung, sepertinya sudah siap menciptakan gerakan-gerakan khasnya, yang dulu banyak memikat orang. Lihat! Ia sudah mulai bergerak! Gerakannya semakin mantap, jauh lebih baik dari pada gerakannya yang terdahulu. Musik? Kenapa ruangan ini sunyi? Kenapa tidak ada alunan musik? Dulu bukannya ia baru mau menari apabila ada iringan musik dari pemusik kesayangannya? Lalu mengapa sekarang ia malah menari-nari dengan riangnya tanpa sedikit pun dentingan nada, seakan musiknya ada, tetapi hanya ia yang bisa mendengar? Aku, sang penari, yang dulu tergolek tanpa daya ketika tahu pemusikku pergi mengembara entah kemana dan entah mengapa. Aku, sang penari, yang dulu kerap menunggu pemusik kesayanganku ...