17.8.14

17 Agustus yang Emosional

Hai! Rasanya sudah lama banget saya enggak nulis di blog ini, pun blog saya yang di Tumblr. Enggak perlu kasih alasan yang lain sih, cuma saya akhir-akhir terlalu fokus sama pekerjaan dan agak lelah dengan menulis. Iya, ada saatnya menulis menjadi sesuatu yang menjemukkan, apalagi ketika menulis menjadi suatu kewajiban, bukan karena keinginan. Mumpung sekarang hari minggu dan saya sedang libur dan enggak ada kerjaan (walaupun sudah janji sama si Mamah untuk ngurusin baju yang sudah dicuci), saya memutuskan untuk update blog ini.

SELAMAT HARI KEMERDEKAAN INDONESIA YANG KE-69! Yes, today is my country's independence day. Wow, my country is old, like a lady old. But no worry, you're still awesome. Ada rasa sebal karena 17 Agustus tahun ini jatuh di hari minggu. Kenapa? Karena jadi enggak ada hari libur tambahan. Huft. Dan sehubungan dengan hari kemerdekaan, hari ini pun gereja saya punya tema khotbah yang ada sangkut pautnya dengan kemerdekaan.

Saya menangkap beberapa poin penting, tapi poin yang paling mengena adalah bagaimana kita harus mulai belajar untuk memerdekakan diri kita dari rasa egois dan memerdekakan orang lain dari rasa bersalah. Ketika mendengar poin yang satu itu, hati saya langsung terasa sakit. Saya langsung teringat dengan kejadian yang membuat saya dan salah satu teman saya menjauh. Masalahnya cukup rumit dan saya masih bingung sampai sekarang bagaimana caranya untuk membuat semua baik kembali. Ketika saya sudah memutuskan untuk memaafkan dia, serta meminta maaf kalau seandainya saya pernah berbuat salah dan membuat ia tahu akan hal itu, dia tetap bertahan untuk menutup mulutnya. Ya, sampai sekarang kami belum berbicara satu sama lain lagi dan kalau bertatap muka (yang pastinya sering banget) kami seakan-akan enggak kenal satu sama lain. Hati saya sakit setiap itu terjadi dan harus saya akui kalau saya kangen masa-masa ngobrol ngalor-ngidul dan bercanda enggak keruan.

Saat itu juga saya langsung berdoa supaya Tuhan berkenan melembutkan hatinya, memaafkan saya, dan mau memulai semuanya dari awal lagi. Mungkin saya masih dilihat bersalah olehnya. Pagi ini jadi momen paling emosional karena ini menjadi reminder kalau diri saya sendiri masih sering jadi Audrey yang egoistis. Ya semoga dengan bertambahnya umur kemerdekaan negara Indonesia, semakin merdeka juga rakyatnya dari sifat egois untuk berkuasa atas satu sama lain. Sampai bertemu di umurmu yang ke-70, Indonesia!