9.6.15

I Was A DUFF



I was a DUFF. Designated Ugly Fat Friend.

Being in a group of popular people might be some achievements for someone - and for me at that time. Pretty girls, sassy and being 'respected' around the junior students, like we have special power over the others. I thought I was one of the popular until I watch a movie, DUFF.

This movie is telling about a status of someone in a group. In that group, there must be someone who is not so popular and unattractive. They are being used to be the informant for the boys who want to make a move on their popular friends. And.... I was a DUFF when I was in junior high school. Besides being an informant, I used to be their source of happiness for they made fun of me. They gave me nicknames and made fun of it. Only those who care enough would defend me and they were not my friends in the group.. 

I was ugly back then, I admit it. Sometimes I feel ashamed of how I looked. I deleted most of my junior high school pictures from my facebook. My skin was dark, my hair was totally frizzy (they used to call me 'sarang tawon'), I was so fat, and my style was....weird. It's a complete package to become a DUFF, no? :) 

There was slightly a difference in high school. Some boys still made fun of me, but the difference was my friends stood up for me or at least they made me feel safe after. So it's a +1 for high school. After high school, I had to pause my education for two years. That was the best time of my life before I went to college. I felt free from labels. I ain't nobody's DUFF. I was Audrey. I am Audrey. I felt motivated to change myself into something better. I went on a extreme diet program, I changed my style, and then I became the Audrey today. 

I lived in denial back then, but not anymore. Now I can thank those you bullied me in junior high and high school, cause they motivated me to improve myself. I also never can thank enough my friends in college and my professors who made me a stronger human being. They made me brave enough to be the Audrey. The weirdo, the dreamer and I'm proud of that. And if people still see me as a DUFF, well....I-DON'T-GIVE-A-SHIT. Good night, everyone. :)

"You're a weirdo, fine. Own it. Be the best weirdo you can be." (The DUFF, 2015)

4.6.15

Kasihan ya, makannya 'hanya' tempe...

Sepertinya sangat gampang untuk mengasihani orang lain. Ketika melihat seseorang tidak bekerja di perusahaan yang besar, atau perusahaan yang "biasa saja," kadang orang lebih mudah untuk mencetuskan kalimat, "kenapa enggak kerja di sana aja? Gajinya kan lebih besar, ada jaminan kesehatan juga. Pokoknya hidup kita terjamin, deh!" Kita belum sempat bertanya, "bahagia enggak kamu kerja di sana?" atau bertanya, "Kamu nyaman ya dengan pekerjaanmu?" karena kebanyakan orang mengukur kenyamanan dan kebahagiaan hidup dari materi yang dimiliki.

Perkenalkan. Nama saya Audrey Gabriella. Umur 26 tahun dan tidak memiliki pekerjaan tetap. Saya seorang penerjemah lepas dan admin akun media sosial lepas juga. Penghasilan saya tidak tetap. Kesibukan saya yang pasti adalah belajar bahasa Perancis sampai saya mendapatkan diploma DELF B2 agar dapat melanjutkan sekolah S2 di Perancis pada tahun 2016. Apakah saya bahagia? Sejauh ini iya dan saya cukup bangga akan apa yang sedang saya lakukan. Kalaupun saya mengeluh sedikit soal tipisnya uang jajan, toh itu keluhan sesaat. Banyak cara saya yang bisa membuat saya bisa bahagia lagi, misalnya dengan memakan roti lapis Ovomaltine.

Tapi enggak semua orang melihat saya sebagai sosok yang bahagia. Menurut sebagian orang karena saya enggak sesibuk perempuan lain yang seusia saya, yang bekerja kantoran, maka saya enggak bekerja. Tidak bekerja, maka uang saya pas-pasan. Uang pas-pasan, maka saya enggak bisa makan enak atau belanja baju baru atau hunting lipstick baru. Kalau itu semua tidak terpenuhi, maka bisa dibilang saya enggak bahagia.

Gampang buat orang lain untuk mengasihani seseorang, maka mereka memberi nasehat agar orang tersebut mencoba terobosan baru agar hidupnya lebih baik. Lebih baik dalam standar siapa? Standar mereka atau orang tersebut? Bagaimana kalau sejauh ini bisa makan roti lapis isi Ovomaltine sudah cukup baik? Hal ini sama halnya seperti mengasihani orang yang tiap hari makannya nasi dengan tempe dan tahu. Bagi yang setiap hari makan daging, hal tersebut patut dikasihani. Tapi buat mereka? Mungkin makan nasi dengan tempe dan tahu sudah cukup. Bisa makan daging ya...jadi bonus.