Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2012

Sekedar Tulus

Saya kembali belajar tentang hal yang sebenarnya tidak terlalu baru namun hari ini saya diingatkan untuk kesekian kalinya bahwa hal tersebut itu penting. Masalah hari ini adalah tentang ketulusan. Sering kali atau bahkan dari kecil saya sudah diajarkan untuk berlaku tulus di dalam hidup. Saya sempat bingung apa sebenarnya berlaku tulus itu. Apakah sekedar melakukan sesuatu yang kita inginkan? Kalau begitu banyak sekali hal yang saya lakukan dari dulu tanpa ketulusan. Namun hari ini saya merasa ditegur kembali oleh kenyataan bahwa apapun yang kamu lakukan HARUS BERDASARKAN KETULUSAN.

Sore ini ada salah satu teman saya yang mengeluh tentang usulan penelitiannya yang ternyata memiliki ide yang sama dengan temannya yang lain. Ia merasa kesal karena ia merasa idenya telah dicuri. Lalu masalah itu akhirnya terdengar juga oleh salah satu dosen saya yang kebetulan ada di ruangan yang sama. Setelah mendengar pokok permasalahannya, ada pendapat yang menarik yang beliau kemukakan. Dosen saya bil…

Sang Penari (2)

Gesekan kaki di lantai sudah mulai terdengar. Selendang yang tadinya teronggok di sudut ruangan sudah kembali diikat di panggul. Rambut yang telah lama terurai acak kini kembali terikat kencang rapi, membentuk sanggulan kecil di bagian mahkota kepala. Tubuh yang sempat hanya duduk lesu di tengah panggung, sepertinya sudah siap menciptakan gerakan-gerakan khasnya, yang dulu banyak memikat orang. Lihat! Ia sudah mulai bergerak! Gerakannya semakin mantap, jauh lebih baik dari pada gerakannya yang terdahulu.

Musik? Kenapa ruangan ini sunyi? Kenapa tidak ada alunan musik? Dulu bukannya ia baru mau menari apabila ada iringan musik dari pemusik kesayangannya? Lalu mengapa sekarang ia malah menari-nari dengan riangnya tanpa sedikit pun dentingan nada, seakan musiknya ada, tetapi hanya ia yang bisa mendengar?

Aku, sang penari, yang dulu tergolek tanpa daya ketika tahu pemusikku pergi mengembara entah kemana dan entah mengapa. Aku, sang penari, yang dulu kerap menunggu pemusik kesayanganku  dat…