27.12.13

He's precious. He's my best friend.

Okay, setelah menulis soal kehidupan saya beberapa belakangan, saya akan memenuhi janji untuk cerita soal percintaan saya. Sebenarnya enggak penting juga buat dibaca. Saya takut jadi kayak anak ABG yang kebanyakan curhat. But whatever, this is my blog anyway.

Bohong kalau selama beberapa bulan ini saya enggak punya cerita cinta untuk dibagi. Singkatnya hati saya sudah sepenuhnya sembuh dari yang sebelumnya. Benar-benar sembuh (walaupun butuh waktu kurang lebih 2 tahun, ya. terima kasih, Tuhan!) sampai saya sudah enggak bisa mengungkit-ungkit hal buruk lagi tentang yang lalu. Kalau boleh jujur, saya orang yang butuh pemicu untuk bisa sepenuhnya sembuh.

Anggaplah dia pendamping saya untuk melepaskan yang lama. Seorang sahabat yang namanya enggak perlu saya sebut (karena sebenarnya saya takut dia malu. Ha-ha-ha.), selalu ada setiap saya butuh. Kami baru akrab sejak bulan September dan semakin dekat sejak nonton konser bareng. He's a great companion to me. Orang mungkin melihat kami sebagai sepasang muda-mudi yang lagi PDKT, tapi enggak kok. Kami benar-benar cuma suka jalan bareng, ngobrol bareng, ketawa bareng, dan menghabiskan waktu bareng. Kami sangat dekat sampai saya suka panik kalau dia enggak nyariin saya (tapi gengsi, jadi sok cool aja. Syalalalaa~).

Sampai suatu hari saya sadar kalau persahabatan ini bukan lagi berwujud friendship karena saya menginginkan hal yang lain dari dia. Saya orang yang posesif, jadi saya enggak suka berbagi. Sedangkan dia orang yang baik kepada siapa saja, termasuk teman-teman perempuannya. Well, I'm a jealous creature after all. Jadi akhir-akhir ini saya suka marah dan kesal sendiri. Aneh. Kayak ABG kurang gizi. Dia sadar dan curiga kalau saya sebenarnya cemburu dengan kedekatannya dengan teman-temannya tersebut dan saya dibuatnya mengaku. Sialan memang. Belakangan ini kami suka keceplosan memanggil satu sama lain dengan panggilan 'sayang', dan akhirnya jadi sayang beneran. Tapi kami enggak pacaran karena masih takut dengan konsep pacaran. Aneh ya? Jadi, sejauh ini kami cuma dekat layaknya sahabat, tapi juga memiliki layaknya pasangan. Saya sih cuma bisa berdoa supaya kalau kami bosan satu sama lain, kami tetap berteman dan bisa menemukan pasangan yang lebih baik lagi. Melalu dia, saya diajarkan untuk sabar (bangeeeet...) dan lebih dekat dengan Tuhan (untuk membawanya dalam doa).

He's one of those people that is precious to me. Dan 2 minggu ke depan kami enggak akan ketemu karena dia akan liburan keliling Eropa bareng keluarganya. Sialan, saya enggak tahu nanti rasa kangen saya bakal seperti apa.

Love and kisses,

Gabriella.

p.s. Sorry if I use 'sialan' too much. It fits my feelings right now. Sialan.

Life Updates Here and There

Setelah beberapa bulan absen menulis di blog ini (walaupun udah janji untuk kembali rajin menulis di sini), akhirnya saya memutuskan untuk menulis hari ini. Hi-hi-hi. Banyak banget yang mau saya ceritakan, dari kehidupan saya setelah lulus kuliah, percintaan, teman-teman baru, pekerjaan, hobi, dan selera musik yang gonta-ganti terus. Mulai dari mana ya?

After college life
Setelah lulus kuliah Januari 2013 dan di wisuda bulan Mei 2013 lalu, akhirnya saya bertemu dengan yang namanya 'berjuang hidup sesungguhnya'. Bukan berarti kemarin saya enggak berjuang sih, tapi untuk kali ini saya benar-benar harus bekerja untuk menghasilkan uang. Ngomong-ngomong soal bekerja, saya sekarang bekerja di salah satu majalan remaja tertua di Indonesia, yaitu majalah KaWanku (dan saya masih enggak tahu kenapa huruf 'W'-nya harus kapital). Saya jadi reporter di sini. Banyak orang yang nanya kenapa memilih untuk jadi reporter padahal kan saya lulusan Sastra Inggris. Biasanya....biasanya lulusan SaSing itu kan kerjanya di kedubes, kemenlu, dan ke-ke-ke yang lain. Mereka juga bertanya "emang bahasa Inggrisnya kepakai?" Saya sih cuma bisa mengulum senyum aja. Saya enggak perlu capek-capek menjawab pertanyaan mereka satu per satu. Yang pasti saya suka pekerjaan saya sekarang dan sejauh ini belum menunjukkan titik-titik kejenuhan (kecuali keinginan untuk punya suami kaya raya supaya saya bisa bekerja dari rumah saja dan jadi sosialita).

Teman-teman baru
Lingkungan pekerjaan baru pasti membuat saya punya teman-teman baru juga. Mereka teman-teman kantor saya juga sih. Orangnya asik-asik, sama gilanya dengan teman-teman saya waktu SMA dan kuliah. He-he-he. Saya juga senang kalau di lingkungan kerja saya enggak kenal sama yang namanya senioritas. Jadi lebih gampang sih kalau mau berkomunikasi dan melempar ide-ide baru. Oh iya, di sini saya juga dapat teman curhat dan teman ngomong sompral, namanya Nana. Iya, mukanya emang polos dan cengo, tapi otaknya sama brengseknya sama saya.

Anak yang hilang kembali lagi
Tentang paduan suara. Dulu sebelum kuliah saya sempat aktif di paduan suara gereja, paduan suara Immanuel. Tapi setelah kuliah di luar kota, otomatis kegiatan padus saya terhenti dong. Menurut saya itu salah satu 3,5 tahun yang lumayan menyiksa karena saya rindu paduan suara. Walaupun sedikit terobati dengan kegiatan padus mahasiswa di kampus (yang cuma berjalan setahun) dan vocal group di komunitas fakultas, tetap saja saya rindu menyanyi rutin di gereja. Kerinduan saya untuk menyanyi di paduan suara gereja akhirnya terpuaskan setelah lulus dan kembali aktif di gereja. Dan kali ini saya ada di paduan suara yang lain, yaitu paduan suara Ashira. Saya suka di paduan suara ini karena orang-orangnya berjiwa muda dan seru sekali. Bukan berarti padus sebelumnya enggak menyenangkan, saya juga suka di sana. Di paduan suara ini saya punya cerita yang enggak akan saya temukan di tempat lain.

One Direction, Lorde, Ariana Grande, Tom Odell, dan antek-anteknya
Semenjak bekerja, otomatis saya jadi punya kewajiban untuk tahau berita-berita ter-update untuk remaja, termasuk soal musik. Nah, menurut perkembangan jaman, anak-anak ABG jaman sekarang lagi suka banget sama boyband yang nge-hitz banget. Siapa lagi kalo bukan One Direction, boyband beranggotakan 5 cowok (yang menurut mereka) kece. Jujur aja, saya anti-1D awalnya dan boseeeeen banget denger berita yang isinya mereka melulu. Tapi emang dasar enggak boleh terlalu benci sama orang kali ya, saya kemakan omongan saya sendiri. Saya jadi suka sama mereka layaknya ABG-ABG ini dan nyatanya saya nulis ini sambil dengerin album mereka yang 'Take Me Home'. Musik mereka enak juga ternyata. Mungkin dulu saya enggak suka karena they are everywhere, jadi udah eneg duluan. Jadi, ya gitu deh...
Lalu di sini juga saya tahu seorang musisi cewek yang JENIUS bernama Lorde (baca: lord). She's amazing. her voice, music, attitude, talent, EVERYTHING!! I love her so much. Kalau selama ini kalian cuma dengerin lagu dia yang 'Royals', kalian wajib tengok lagu dia yang '400 Lux'. Menurut saya sih itu yang paling enak. tapi 'Love Club' juga enggak kalah enak.. He-he-he.
Penyanyi favorit saya tahun ini juga menambah. Salah satunya adalah si cantik Ariana Grande. Enggak usah ditanya kenapa, coba dengerin aja albumnya yang 'Yours Truly'. Flawless. Kalau kalian termasuk orang yang tumbuh di jamannya Mariah Carey, pasti suka dengan dia. Suaranya setipe tapi lebih asik kalau menurut saya. Her pitch is perfect. 
Kalau untuk musisi laki-laki, saya punya idola baru dari Inggris. He's Tom Odell. Mungkin dari tiga penyanyi sebelumnya, musik dia yang paling saya banget. Saya suka album-nya secara keseluruhan, terutama di lagi 'Grow Old with Me', 'Sense', dan 'Supposed To Be'. Saya tenggelam di dalamnya. Kalau soal jenis musik, dia brit-pop banget tapi dengan sentuhan piano dan suaranya yang unik, musiknya jadi asik banget.

Jadi sekian sedikit update-an dari saya selama berbulan-bulan. Oh iya, tadi kan saya janji buat cerita tentang percintaan, tapi enggak di sini. Karena sepertinya butuh ruang sendiri untuk yang satu itu (dan yang pasti ujung-ujungnya cuuuuuuuuurhat). Semoga enggak bosan ya. Semoga enggak eneg juga sama tulisan saya.

Love and kisses,

Gabriella