Skip to main content

Dear Mom..

Somehow it’s kinda hard to understand you. You are the greatest person on earth that I ever know. You are the prettiest woman that I know. You’re the strongest person that ever lived in my world. You are the best. But sometimes, I misunderstand you and you misunderstand me. I don’t know why, but I guess it happen naturally between mother and daughter. You call me sarcastic, I call you sensitive. You tell me that I am an angry girl and I cannot tell you that you actually a sharp mouth one. In my opinion, sometimes you order me, not telling me. But you tell the opposites. See? We are different in many ways of thinking. You tell me this and that, but I cannot tell this and that to you because I know that you are going to be hurt. And I don’t want that happen; it’s a sin. Because if I hurt you, I hurt Him too.

If you say that I got bored for staying at this house for the rest of the holiday, you wrong. I will not because my family is here. Dad who talks sharp just like you but is funny as hell. My brother who actually ignores me in many time and I really want to punch his face for so many times, but he is the only one that I can share my fashion sense and sarcasm joke. Our dogs who are our entertainers. And YOU mom, you are the main reason I wanna be at home for a long long loooong time. But now you said that I don’t want to be here? WHY? Because I made those wrong facial expression? I cannot even control it.

About my face, who do you think that I got this face? YOU. Who do you think that I got this attitude? YOU. Who do you think that I got this way of speaking? YOU. I love you, mom, from the bottom of my heart. I told you so many times. On the phone, when we usually ending up our conversation. I love you, that is the reason why I wash the dishes so wouldn’t be mad. I love you, so I do the laundry and you wouldn’t have to do it. I love you, so I go home for every two weeks in my tight schedule. I love you, so I try very hard to not make you worry about my educational problem. I love you so much, that make me cry to write this.

I don’t know when I will show this write to you. I just want you to know that I love you. I am sorry if I changed a lot. People do change, mom, especially a girl like me. I need you to support me in every way, not to judge me. I don’t need orders, I just need great examples. I’m not a little girl anymore; I don’t talk nice every time. My mood is going up and down in seconds, so please understand me. I know I made you cry in many time, but you did too. Do you know that? I guess not. I really love your cares for me, but sometimes I need spaces. I need privacy too. I hurt you, you hurt me too. But I just cannot yell at you or be mad at you, or defend myself, because I know you’ll cry for hearing my words. I’m a sharp talker too mom, just like you. We’re alike, yet so different.
I love you, mom…

Sincerely,
Your Daughter.

Comments

Popular posts from this blog

Kamu Kan Perempuan, Seharusnya Kamu....

Pernah mendengar seseorang mengucapkan kalimat seperti itu di depanmu? Saya, sih, sering. Mulai dikomentari dari segi penampilan dan keahlian, tapi juga dari pilihan musik dan masih banyak lagi. Banyak perempuan di luar sana yang mengeluh merasa didikte oleh laki-laki dengan kalimat ini, tapi entah mengapa saya merasa kalimat ini dilontarkan lebih banyak oleh sesama perempuan. Hal ini menjadi miris buat saya. Bukannya saling memberi dukungan, terkadang sesama perempuan justru saling menghakimi. Penghakiman itu biasanya dimulai dengan kalimat, "Kamu kan perempuan, seharusnya kamu..." 1. "...berpakaian rapi." Saya termasuk perempuan yang suka berpenampilan rapi, tapi kadang juga suka mengikuti mood. Jadi ketika saya ingin tampil rapi, saya bisa saja mengenakan rok span, blouse, serta clog shoes ke kantor. Namun kalau sedang ingin tampil kasual dan malas tampil rapi, saya biasanya memakai kaos, jeans, dan sneakers . Suatu hari saya pernah berpenampil...

4 Perubahan Sebelum Menginjak 27 Tahun

Ketika umur saya sebentar lagi menginjak angka 27 tahun, mungkin saya adalah orang yang paling menghayati lagunya Taylor Swift, yang berjudul "22". Bukan karena saya nge-fans sama Ms. Swift, tapi saya merasa saya berhenti bertumbuh secara mental di umur 22.....atau 24 tahun lah paling mentok. Bahkan salah satu dosen saya pernah bilang kalau saya berhenti bertumbuh di umur 8 tahun. ( Yes, it was you, Pak. Huft.) Saya enggak pernah merasa bertambah dewasa, padahal umur sudah hampir kepala TIGA. Namun ternyata itu enggak sepenuhnya benar, karena ternyata setelah bertemu dengan teman saya, ada beberapa hal yang saya sadari telah berubah di diri saya seturut dengan bertambahnya umur. Setelah disimpulkan, saya bisa menyebutkan 4 perubahan pola pikir di dalam diri Audrey Gabriella, yang paling saya sadari. Banyak memaklumi keadaan Bisa dibilang saya orang yang agak kaku kalau soal aturan dan prinsip. Saya bisa merasa terganggu kalau prinsip yang saya anut enggak diterapka...

Jakarta itu Keras

Selain penis, ternyata ada juga yang bisa keras, yaitu Jakarta. Kalau ada yang bilang “Ah, itu bisa-bisaan orang yang tinggal di Ibu Kota aja. Enggak sekeras itu, kok,” tandanya dia enggak pernah tinggal lebih dari setahun di Jakarta. Dua hari yang lalu, seperti biasa saya menikmati saat-saat morning walk dari stasiun menuju kantor. Biasanya jalan pagi ini aman dan tentram (walaupun matahari dan asap knalpotnya enggak santai), tapi kali ini ada yang berbeda. Ketika melewati jembatan Tosari, saya melihat kejadian pencopetan dengan mata kepala saya sendiri. Saya yang sebelumnya enggak pernah lihat kejadian orang dicopet secara langsung jadi agak bengong. Prosesnya cepat banget dan modusnya kebaca. Ada 4 bapak-bapak (yang sepertinya umur 50an dan sudah beranak istri), yang satu akting menjatuhkan barang dan yang satu lagi bertugas mengambil dompet di saku belakang si korban. Yang dua lagi sepertinya bertugas mengalihkan perhatian orang-orang. Rasanya ingin berteriak “copeeeet!” tapi sa...